Senin, 02 Maret 2015

Ibnu Sina, Ilmuwan Muslim Pakar Kedokteran Dunia


Dunia kedokteran tentu sangat mengenal namanya. Darinyalah lahir berbagai inspirasi kedokteran yang hingga kini masih dijadikan rujukan.
Dia adalah seorang Muslim pertama yang diakui semua agama sebagai Bapak Kedokteran Dunia. Dia adalah Ibnu Sina, seorang Muslim yang sangat terkenal karena kepakarannya dalam dunia kedokteran dan ilmu-ilmu lainnya. Orang barat menyebutnya Aviccena.
Riwayat Singkat
Nama lengkap Ibnu Sina adalah Abu Ali Husain bin Abdullah bin Hasan bin Ali bin Sina. Di kalangan masyarakat barat ia dikenal dengan nama “Avicienna”. Selain sebagai ahli kedokteran, Ibnu Sina juga dikenal sebagai filosof, psikolog, pujangga, pendidik dan sarjana Muslim yang hebat.
Ibnu Sina lahir pada bulan Shafar 370 H atau di bulan Agustus 985 M. Keluarga Ibnu Sina kebanyakan bekerja dengan mengabdi pada negara. Ayahnya bekerja di pemerintahan, selain itu juga sebagai pendidik.
Ibnu Sina beruntung lahir di keluarga yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Sejak kecil sang ayah mengajarinya untuk cinta ilmu.
Oleh sang ayah, Ibnu Sina diajari Qur’an dan Sastra. Seorang guru pun didatangkan khusus untuk mengajari Ibnu Sina menghafal Al Qur’an. Di usia 10 tahun Ibnu Sina telah berhasil menghafal Al-Qur’an dan mendalami berbagai karya sastra.
Ibnu Sina belajar filsafat dari Abu Abdillah an-Natili, seorang filosof kenamaan yang sedang berkunjung ke Bukhara. Natili diminta ayah Ibnu Sina tinggal di kediamannya untuk mengajarkan filsafat pada anaknya. Dalam waktu yang singkat Ibnu Sina berhasil menguasai filsafat sehingga membuat kagum gurunya.
Tetapi sebelum itu, Ibnu Sina sudah tekun mempelajari ilmu fiqih dari seorang ulama besar bernama Ismail yang tinggal di luar kota Bukhara.
Dengan semangat yang tinggi, Ibnu Sina tidak keberatan harus bolak-balik ke rumah gurunya. Kecerdasan Ibnu Sina semakin terlihat saat ia berusia 16 tahun. Ia sudah sanggup menerangkan kembali pada gurunya isi dari buku Isagoge (ilmu logika), buku al-Mages (ilmu astronomi kuno) dan buku Ecludis (ilmu arsitektur).
Ibnu Sina memang benar-benar murid yang cerdas. Di depan guru-gurunya, ia dapat menerangkan rumus-rumus dan berbagai kesulitan yang terdapat dalam buku-buku tersebut. Bahkan konon dalam bidang ilmu astronomi (perbintangan), ia sudah mampu membuat sebuah alat yang belum pernah dibuat para ahli sebelumnya.
Setelah berhasil mendalami ilmu-ilmu alam dan ketuhanan, Ibnu Sina pun merasa tertarik untuk mempelajari ilmu kedokteran, maka mulailah ia menekuninya, dan dalam waktu singkat ia meraih hasil yang luar biasa. Berkat ketekunan dan semangatnya yang tinggi dalam mempelajari ilmu tersebut, Ibnu Sina sanggup mengobati orang-orang yang sakit.
Semakin lama nama Ibnu Sina semakin terkenal, bukan saja disekitar Bukhara melainkan juga di berbagai pelosok wilayah. Orang-orang yang tertarik di bidang kedokteran mulai mendatangi Ibnu Sina untuk menimba ilmu darinya. Mereka juga mengadakan eksperimen-eksperimen mengenai berbagai cara pengobatan di bawah pengawasan dan bimbingan Ibnu Sina.
Tetapi Ibnu Sina tidak mau menjadikan ilmunya alat untuk mencari kekayaan dunia. Ia mau mengajar dan menolong orang-orang yang sakit dengan ikhlas karena dan terdorong rasa kemanusiaan semata. Ia merasa yakin bahwa apa yang dilakukannya akan mendapat pahala di akhirat kelak.
Ibnu Sina menghabiskan waktunya untuk mengadakan penelitian-penelitian, menulis dan membaca buku-buku yang bermanfaat bagi kemajuan berbagai ilmu.
(Ilmuan Muslim yang menjadikan ilmunya bukan untuk mencari kekayaan dunia)
(Ilmuan Muslim yang menjadikan ilmunya bukan untuk mencari kekayaan dunia)
Konon suatu hari Amir Nuh bin Nasr menderita sakit keras. Mendengar kehebatan Ibnu Sina, ia diminta datang untuk mengobatinya. Setelah diobati, iapun sembuh. Bukan main gembira hatinya. Sejak itulah Ibnu Sina akrab dengan Sang Amir yang ternyata memiliki perpustakaan yang sangat lengkap di daerah itu.
Ibnu Sina memanfaatkan perpustakaan itu untuk membaca buku-buku kuno dalam berbagai bidang disiplin ilmu. Dari perpustakaan Sang Amir Nuh bin Nashr ini  Ibnu Sina berhasil mendapatkan banyak ilmu pengetahuan untuk bahan-bahan penemuan. Ketika usianya 18 tahun Ibnu Sina sudah menguasai berbagai bidang ilmu.
Ketika berusia 22 tahun, ayah Ibnu Sina meninggal dunia. Terpaksa ia mengambil alih tugas-tugas ayahnya. Namun itu tidak berlangsung lama. Ibnu Sina harus meninggalkan Bukhara karena telah terjadi goncangan pemerintahan. Mula-mula ia pindah ke Gurganj selama 10 tahun. Kemudian pindah ke Nasa’, kemudian pindah lagi ke Baward, Thus lalu ke Samalqan, Sajarm, Surjan, dan terus berpindah-pindah guna mengamalkan dan mempelajari ilmu baru.
Selain sebagai dokter, Ibnu Sina juga dikenal sebagai psikolog yang sanggup mengobati orang yang sakit jiwanya. Suatu hari ada seorang lelaki yang terkena melancholia, sebuah penyakit jiwa yang timbul akibat penyakit empedu yang cukup menyedihkan. Lelaki ini merasa dirinya adalah seekor sapi. Ia tidak mau makan dan minum bersama manusia bahkan tidurnya pun di kandang sapi sehingga badannya kurus kering dan kotor. Keluarganya sudah membawanya kemana-mana untuk diobati namun belum juga berhasil. Akhirnya keluarganya mendengar keahlian Ibnu Sina. Kemudian keluarganya membawa laki-laki sakit jiwa tadi ke Ibnu Sina.
Setelah mengamati keadaan lelaki malang itu, Ibnu Sina bertanya :
“Ada apa denganmu?”
“Aku tidak apa-apa,” jawab lelaki itu. “Aku hanya merasa telah menjadi seekor sapi. Aku melenguh, makan dan minum serta bertingkah layaknya sapi.”
“Kalau begitu kamu memang seekor sapi. Aku akan menyembelihmu, “ kata Ibnu Sina.
“Silahkan saja,” katanya.
Ibnu Sina lalu menyuruh beberapa orang mengikat tubuhnya dan menyiapkan golok yang tajam. Sambil memegang golok, Ibnu Sina mendekat dan membungkuk. Tapi ketika golok sudah menempel di leher orang tersebut, tiba-tiba Ibnu Sina berhenti.
“Wah sayang sekali sapinya masih kurus. Ia belum pantas disembelih,” kata Ibnu Sina.
“Tidak, aku sudah pantas disembelih, sembelih saja aku,” kata laki-laki tadi.
“Jangan, aku tidak mau menyembelih sapi yang masih kurus, rugi tak ada dagingnya,” kata Ibnu Sina.
“Jadi apa yang harus aku lakukan supaya bisa gemuk dan pantas disembelih?” tanya lelaki itu.
“Kamu harus makan dan minum layaknya manusia,” Jawab Ibnu Sina.
“Tetapi janji, setelah aku gemuk kamu akan menyembelihku,” kata lelaki itu.
“Baiklah aku janji,” kata Ibnu Sina.
Setelah itu, lelaki tersebut mau makan dan minum layaknya manusia. Kesehatannyapun berangsur-angsur pulih karena mendapat asupan makanan. Badannya sudah gemuk kembali dan tentu saja akalnya berfungsi normal lagi. Sehingga ia benar-benar sudah sembuh.
Beberapa hari berikutnya Ibnu Sina mengunjungi lelaki tersebut. Melihatnya dalam keadaan sehat dan gemuk, Ibnu Sina berkata “Wah rupanya sapinya sudah gemuk.”
Lelaki itupun kemudian menjawab, “Iya bahkan sudah pintar,” jawabnya dengan tertawa.
Keluarga lelaki itupun sangat senang dan sangat berterima kasih pada Ibnu Sina yang telah berhasil menyembuhkannya dari penyakit jiwanya. Itulah Ibnu Sina, ia bukan hanya pandai tapi juga cerdik.
Karya Tulis Ibnu Sina
Sesungguhnya Ibnu Sina adalah salah seorang tokoh besar Islam. Ia adalah filosof dari timur. Hal itu bukan saja diakui orang-orang Arab melainkan juga ilmuwan barat.
Menurut mereka Ibnu Sina adalah orang yang jenius, cerdik, dan pintar. Selain terkenal sebagai ahli kedokteran, ia juga seorang ahli filsafat, astronom dan ahli ilmu jiwa (psikolog handal). Ibnu Sina telah meninggalkan karya-karya agung yang dapat membantu meningkatkan keluhuran harkat umat manusia. Tidak berlebihan jika para penulis Prancis memberinya gelar “Aristoteles Islam” atau juga “Hipocrates Islam”.
Ibnu Sina dikenal aktif dalam urusan-urusan pemerintahan, pendidikan, penulisan, kedokteran atau kesehatan dan lain-lain.
Washtankald, seorang Ilmuwan Jerman sempat menghitung karya tulis Ibnu Sina tidak kurang dari 150 judul yang membahas berbagai macam ilmu, seperti kedokteran, filsafat, agama, astronomi, bahasa, kebudayaan, sastra, musik, arsitektur, logika, dan ketuhanan. Ibnu Sina telah menyumbangkan kekayaan ilmunya pada umat manusia. Padahal ia hidup pada zaman yang sering terjadi kekacauan.
Karya-karya tulis Ibnu Sina menjadi sangat khas dan istimewa berkat isinya yang berbobot, pembahasannya yang cukup mendalam, keterangannya yang jelas dan kepintarannya dalam mengolah informasi menjadi tulisan yang mudah dipahami.
Di antara tulisan Ibnu Sina yang cukup terkenal adalah al-Qanun (Kedokteran), al-Syifa, al-Isyarat (filsafat), dan as-Siyasah. Bahkan Al-Qanun dijadikan salah satu literatur utama ilmu kedokteran pada sejumlah universitas Eropa hingga abad 18.
Ibnu Sina juga menemukan obat-obatan dari tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi kesehatan umat manusia. Bahkan ia adalah seorang dokter yang pertama kali melakukan penyuntikan dibawah kulit pasien, dan menggunakan cara pembiusan untuk mengobati luka.
Apa yang dilakukan Ibnu Sina tersebut jauh lebih maju daripada yang terjadi di negara-negara Eropa saat itu yang masih menganut takhayul dan sihir dalam mengobati berbagai penyakit. Yang terjadi di Eropa saat itu adalah zaman kegelapan, konon apabila ada orang sakit, ia disalib pada sebatang pohon. Kemudian tabib atau dukun memukulinya dengan kejam sampai setan atau roh halus lainnya keluar dari tubuh orang tersebut. Menurut mereka, setan dan roh halus itulah penyakitnya.
Begitulah perbedaan peradaban gelap Eropa dan Muslim saat itu. Ini adalah fakta sebenarnya, dan bukan bermaksud melebih-lebihkan Islam. Saat Eropa berada di zaman kegelapan itulah, Islam justru berada di zaman kegemilangan.
Berikut adalah beberapa karya besar Ibnu Sina antara lain: Al-Qanun (Aturan) 10 jilid, Al-Syifa’ (Penyembuhan atau Pengobatan) 8 jilid, Al-Isyarat (Petunjuk) 1 jilid, AL-Majmu’ (Himpunan) 1 jilid, Al-Biir wa a-l Itsm (Perbuatan baik dan dosa) 2 jilid, Al-Arshad al-Kulliyyat (Petunjuk Lengkap) 1 jilid, Al-Hashil wa Al-Mahshul (pokok-pokok) 2 jilid, An-Najad (pembebasan) 3 jilid, Al-Inshaf (keputusan) 20 jilid, Al-Hidayat (petunjuk) 1 jilid. Masih banyak lagi karyanya yang tak cukup dituliskan disini.
Akhir Hayat Ibnu Sina
Pada hari-hari terakhirnya, Ibnu Sina mandi, bermunajat mendekatkan diri pada Allah, menyumbangkan hartanya untuk fakir-miskin, membela orang-orang yang tertindas, menolong orang yang lemah, memerdekakan budak, dan tekun membaca Al-Qur’an, saking tekunnya ia bisa menamatkannya tiap tiga hari sekali. Semua itu terus ia lakukan hingga ajal menjemput.
Beliau wafat di Hamadzan pada hari jum’at di bulan Ramadhan 428 H dalam usia 58 tahun. Jenazahnya dimakamkan di kota tersebut dan hingga sekarang masih ramai dikunjungi orang dari berbagai penjuru dunia.
Sungguh betapa bangganya kaum muslimin karena memiliki seorang bapak kedokteran dunia seperti Ibnu Sina. Dan lebih berbangga lagi dalam arti bersyukur jika kepandaiannya dalam bidang kedokteran dan ilmu-ilmu lainnya diwarisi dan dilanjutkan oleh generasi pelanjutnya sekarang dan mendatang. Semoga jasa besar dan mulia berbuah pahala berlipat ganda. (MINA/Mi’raj Islamic News Agency )

Dibalik Jatuhnya Kekhilafan Turki Utsmaniyah (3-Tamat)


Para misionaris itu bekerja dengan berkedok lembaga-lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan. Awalnya akibat dari tindakan itu hanya kecil saja. Tapi selama abad ke 18 dan 19 ketika kemunduran Khilafah mulai muncul, mereka mampu mengeksplotasi kelemahan negara dan menyebarkan konsep-konsep yang jahat kepada masyarakat. Di abad 19, Beirut menjadi pusat aktivitas misionaris. Selama masa itu, para misionaris mengeksploitasi perselisihan dalam negeri diantara orang Kristen dan Druze dan kemudian antara Kristen dan Muslim, dengan Inggris berpihak pada Druze sementara Perancis berpihak pada Kristen Maronit. Selama masa itu para misionaris itu memiliki dua agenda utama: (1) Memisahkan Orang Arab dari Khilafah Usmani; (2) Membuat kaum muslimin merasa terasing dari ikatan Islam
Tahun 1875 ‘Persekutuan Rahasia’ dibentuk di Beirut dalam usaha untuk mendorong nasionalisme Arab diantara rakyat. Melalui pernyataan-pernyataan dan selebaran-selebaran, persekutuan itu menyerukan kemerdekaan politik orang Arab, khususnya mereka yang tinggal di Syria dan Libanon. Dalam literaturnya, mereka berulangkali menuduh Turki merebut Khilafah Islam dari orang Arab, melanggar Syariah, dan , mengkhianati Agama Islam.
Hal ini memunculkan benih-benih nasionalisme yang akhirnya berbuah pada tahun 1916 ketika Inggris memerintahkan seorang agennya Sharif Hussein dari Mekkah untuk melancarkan Pemberontakan Arab terhadap Khilafah Usmani. Pemberontakan ini sukses dalam membagi tanah Arab dari Khilafah dan kemudian menempatkan tanah itu di bawah mandat Inggris dan Perancis.
Di saat yang sama, nasionalisme mulai dikobarkan diantara orang Turki. Gerakan Turki Muda didirikan tahun 1889 berdasarkan nasionalisme Turki dan dapat berkuasa tahun 1908 setelah mengusir Khalifah Abdul Hamid II. Pengkhianat Mustafa Kamal yang menghapus Kekhalifahan adalah anggota Turki Muda. Inilah alasanya mengapa Kemal kemudian berkata:
“Bukankah karena Khilafah, Islam dan ulama yang menyebabkan para petani Turki berperang hingga mati selama lima abad? Sudah waktunya Turki mengurus urusannya sendiri dan mengabaikan orang India dan orang Arab. Turki harus melepaskan dirinya untuk memimpin kaum muslimin.”
Disamping aktivitas yang dilakukan oleh misionaris Inggris dan Perancis, bersama dengan Rusia mulai dilakukan penjajahan langsung di banyak bagian Dunia Islam. Ini dimulai selama pertengahan abad 18 ketika tahun 1768 Catherine II dari Rusia berperang dengan Khilafah dan dengan sukses dapat menduduki wilayah di Selatan Ukraina, Kaukasus Utara, dan Crimea yang kemudian dijadikan bagian dari Kekaisaran Rusia. Perancis menyerang Mesir dan Inggris mulai menduduki India. Di Abad ke 19 Perancis menduduki Afrika Utara dan Inggris menduduki Mesir, Sudan, dan India. Sedikit demi sedikit wilayah Khilafah menjadi berkurang hingga akhir PD I ketika apa yang tersisa hanyalah Turki, yang diduduki oleh pasukan sekutu dibawah perintah Jendral Inggris yang bernama Charles Harrington.
sykes1Pemecahan tanah Khilafah dilakukan dalam sebuah perjanjian rahasia yang dilakukan antara Inggris dan Perancis tahun 1916. Perjanjian itu adalah Perjanjian Sykes-Picot. Rencana ini dibuat diantara diplomat Perancis bernama François Georges-Picot dan penasehat diplomat Inggris Mark Sykes. Di bawah perjanjian itu, Inggris mendapat kontrol atas Jordania, Irak dan wilayah kecil di sekitar Haifa. Perancis diberikan kontrol atas Turki wilayah Selatan-Timur, Irak bagian Utara, Syria dan Libanon. Kekuatan Barat itu bebas memutuskan garis perbatasan di dalam wilayah Khilafah itu. Peta Timur Tengah saat ini adalah garis-garis yang dibuat Sykes dan Picot dengan memakai sebuah penggaris di atas tanah yang dulunya adalah wilayah Khilafah.
Tahun-tahun berlanjutnya kehancuran Khilafah, Inggris memainkan peranan kunci dengan cara memelihara agennya Mustafa Kamal. Melalui sejumlah maneuver politik dengan bantuan Inggris, Mustafa Kamal mampu menjadikan dirinya berkuasa di Turki. Tahun 1922, Konperensi Lausanne diorganisir oleh Menlu Inggris Lord Curzon untuk mendiskusikan kemerdekaan Turki. Turki pada saat itu adalah di bawah pendudukan pasukan sekutu dengan institusi Khilafah yang hanya tinggal nama. Selama konperensi itu Lord Curzon menetapkan empat kondisi sebelum mengakui kemerdekaan Turki. Kondisi-kondisi itu adalah: (1) Penghapusan total Khilafah : (2) Pengusiran Khalifah ke luar perbatasan; (3) Perampasan asset-aset Khilafah : (4) Pernyataan bahwa Turki menjadi sebuah Negara Sekuler
Suksesnya Konperensi itu terletak pada pemenuhan keempat kondisi itu. Namun, dengan tekanan asing yang sedemikian itupun, banyak kaum muslimin di dalam negeri Turki masih mengharapkan Khilafah, yang telah melayani Islam sedemikan baiknya selama beberapa abad dan tidak pernah terbayangkan bahwa Khilafah bisa terhapus. Karena itu, Lurd Curzon gagal untuk memastikan kondisi-kondisi ini dan konperensi itu berakhir dengan kegagalan. Namun, dengan liciknya Lord Curzon atas nama Inggris tidak menyerah. Pada tanggal 3 Maret 1924 Mustafa Kemal memakai kekuatan bersenjata dan menteror lawan-lawan politiknya sehingga mampu menekan melalui Undang-undang Penghapusan Khilafah yang memungkingkan terhapusnya institusi Khilafah.
Untuk kekuatan kolonialis, penghancuran Khilafah tidaklah cukup. Mereka ingin memastikan bahwa Khilafah tidak pernah bangkit lagi dalam diri kaum Muslimin. Lord Curzon berkata,
“Kita harus mengakhiri apapun yang akan membawa persatuan Islam diantara anak-anak kaum muslimin. Sebagaimana yang kita telah sukses laksanakan dalam mengakhiri Khilafah, maka kita harus memastikan bahwa tidak pernah ada lagi bangkitnya persatuan kaum muslimin, apakah itu persatuan intelektual dan budaya.”
Karena itu, mereka meberikan sejumlah rintangan dalam usaha menegakkan kembali Khilafah seperti:
1. Pengenalan konsep-konsep non-Islam di Dunia Islam seperti patriotisme, nasionalisme, sosialisme dan sekularisme dan mendorong gerakan politik kolonialis yang berdasarkan ide-ide ini.
2. Kehadiran kurikulum pendidikan yang dibuat oleh kekuatan penjajah, yang masih tetap bercokol selama 80 tahun, yang membuat mayoritas kaum muda yang lulus dan ingin meneruskan pendidikannya ke arah yang bertentangan dengan Islam.
3. Jeratan ekonomi di Dunia Islam oleh pemerintahan Barat dan perusahaan-perusahaannya dimana masyarakat hidup dalam kemiskinan yang menghinakan dan dipaksa untuk terfokus hanya pada bagaimana menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya dan tidak peduli dengan peran sesungguhnya dari para penjajah itu.
4. Warisan yang disengaja untuk memecah Dunia Islam yang berkisar pada garis perbatasan yang senantiasa diperdebatkan sehingga kaum muslimin akan tetap terlibat dalam masalah-masalah sepele.
5. Pendirian organisasi-organisasi seperti Liga Arab dan kemudian Organisasi Konperensi Islam (OKI) yang menipiskan ikatan Islam, dan terus melanjutkan adanya perpecahan di Dunia Islam sementara tetap gagal dalam memecahkan tiap masalah atau isu yang muncul.
6. Pemaksaan berdirinya Negara asing, Israel, di jantung Dunia Islam yang menjadi pemicu serangan kekuatan Barat atas kaum muslimin yang tidak bisa mempertahankan diri sementara mereka terus menghidupkan mitos rasa rendah diri kaum muslimin.
7. Kehadiran penguasa-penguasa zalim di Dunia Islam yang kesetiaanya adalah pada tuannya yakni negara-negara Barat; yang menindas dan menyiksa umat Islam; mereka bukanlah dari umat dan membenci umat sebagaimana umat membenci mereka.
Wahai saudaraku, kita tahu bahwa orang-orang kafir seperti Yahudi dan Nasrani akan selalu memusuhi kaum muslimin. Mereka menyukai apa-apa yang menyusahkan kita dan mereka akan selalu melakukan konspirasi untuk berusaha memecah belah dan memusnahkan kaum muslimin. Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan pernah ridha sampai kamu masuk dalam golongan mereka”.(QS.Al Baqaroh :120)
Sudah saatnya kita membangun ukhuwah Islamiyah dan menghadapi musuh bersama, yaitu orang-orang kafir dan munafik yang selalu menghina Islam dan kaum muslimin. Dan memfokuskan pada pandangan urgensi penegakkan Khilafah dan Syariah untuk menjadikannya pandangan umum ditengah-tengah masyarakat (bukan dengan Demokrasi, diskriminasi gender, HAM, dll).
Saudaraku, khilafah pasti akan tegak dengan atau tanpa kita. Karena ini merupakan janji Rasululloh SAW:
“…Sesungguhnya akan ada Khilafah yang mengikuti metode kenabian”(HR.Ahmad)
Tinggal kita memilih, apakah kita menjadi orang yang berjuang terhadap penegakan Khilafah dan Syariah, atau kita menjadi orang yang setuju terhadap penegakkan Khilafah dan syariah ketika Khilafah sudah tegak.
Sesungguhnya beruntunglah bagi yang menegakkanya.
Rugilah bagi mereka yang hanya duduk diam menyaksikannya.
Tetapi akan celakalah mereka yang menghalanginya.
Wallaahu a’lam bi Showab (Aidil Faqih/eramuslim)

Dibalik Jatuhnya Kekhilafahan Turki Utsmaniyah (2)


Tidak berapa lama kemudian, muncullah hakikat sebenarnya yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam dari kalangan Yahudi dan Kristen dan lebih khusus lagi Inggris. Mereka melihat, bahwa penghancuran Khilafah bukanlah perkara yang mudah, kecuali dengan cara membuat pahlawan boneka dan menggambarkan opini umum tentang sosoknya yang besar dan keramat. Dan mereka mengusulkan nama Musthafa Kemal agar menjadi sumber harapan dan sumber penghormatan di kalangan perwira tentara dan rakyat Utsmani.
Mereka membuat beberapa sandiwara peperangan untuk mengangkat (mengorbitkan) nama Musthafa Kemal sebagai pahlawan. Mereka bertempur tetapi tidak ada peluru dan meriam yang ditembakkan pihak sekutu. Musthafa Kemal berhasil mendesak pasukan sekutu mundur dari wilayah Turki. Kemenangan sandiwara ini disambut oleh rakyat Turki dan menyanjung nama Musthafa Kemal serta menganggapnya sebagai pahlawan penyelamat. Inggris mempublikasikan kemenangan (sandiwara) Musthafa Kemal secara besar-besaran. Atas kemenangan ini Musthafa Kemal mengatakan dihadapan publik;
”Semua rencana tidak akan dilakukan kecuali untuk melindungi kesultanan dan Khilafah serta membebaskan Sultan dan negeri ini dari perbudakan negara asing”.Di sisi lain Duta Besar Inggris mengeluarkan beberapa pernyataan yang ditujukan kepada bangsa Turki supaya mematuhi khalifahnya, seolah-olah mereka berdiri dipihak Sultan dan bermusuhan dengan Musthafa Kemal. Maka bertambahlah kebencian terhadap Khalifah dan bertambahlah kecintaan terhadap pahlawan (boneka) yang memerangi sekutu.
kemalKebusukan rencana Musthafa Kemal mulai terbongkar pada tahun 1341 H/ 1923 M, Organisasi Nasional Turki pimpinan Mustafa Kemal mengumumkan berdirinya Republik Turki yang beribukota di Ankara dan dia terpilih sebagai presiden pertamanya, peristiwa ini membuat posisi Khalifah Sultan Muhammad Wahidudin terancam, kemudian dia melarikan diri ke Malta dengan kapal Inggris. Awalnya Musthafa Kemal berpura-pura tetap menjaga eksistensi Sistem Khilafah dengan menunjuk Sultan Abdul Majid II menggantikan Sultan Muhammad Wahidudin.
Namun pada tanggal 27 Rajab 1342 H bertepatan dengan 3 Maret 1924 M, Musthafa Kemal memanggil semua pendiri Organisasi Persatuan dan Pembangunan, dia yakin bahwa tidak ada seorangpun yang berani menentang dirinya. Di hadapan anggota, dia mengusulkan untuk membuat projek pembubaran Khilafah yang dia sebut sebagai `bisul abad pertengahan`. Akhirnya pada pertemuan tersebut Sistem Kekhilafahan Islam dibubarkan. Pada keesokan harinya, Khalifah Sultan Abdul Majid II dan keluarga Ustmani diusir dari Ibukota Istambul, hartanya disita, dan Musthafa Kemal mengganti sekolah-sekolah Islam dengan sekolah sekuler dibawah kementrian pendidikan. Hal itu dilakukan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan pimpinan delegasi Inggris, Lord Curzon pada saat perjanjian Lausanne tanggal 23 Juli 1923.
Setelah khilafah Islam dibubarkan dan pasukan Inggris ditarik dari wilayah Turki. Menteri luar negeri Inggris, Curzon dipanggil Senat Inggris untuk mempertanggungjawabkan perihal penarikan pasukan Inggris dari wilayah Turki, dihadapan anggota Senat Curzon berkata,
”Utama persoalannya adalah bahwa Turki telah dihancurkan dan tidak akan pernah bangkit kembali, karena kita telah berhasil menghancurkan dua kekuatan spiritualnya, yaitu Khilafah dan Islam”.
Beberapa bulan setelah penghancuran Khilafah tanggal 24 Juli 1924, kemerdekaan Turki secara resmi diakui dengan penandatanganan Traktat Lausanne. Inggris dan sekutu-sekutunya menarik semua pasukannya dari Turki yang ditempatkan sejak akhir PD I. Sebagai reaksi dari hal ini, dilakukan protes pada Menlu Lord Curzon di House of Common karena Inggris mengakui kemerdekaan Turki. Lord Currzon menjawab,
“Situasinya sekarang adalah Turki telah mati dan tidak akan pernah bangkit lagi, karena kita telah menghancurkan kekuatan moralnya, khilafah dan Islam.”
Sebagaimana diakui oleh Lord Curzon, Inggris bersama dengan Perancis memainkan peran penting dalam membagi-bagi tanah kaum muslimin diantara mereka. Rencana mereka melawan Khilafah bukanlah karena Khilafah berpihak pada Jerman pada PD I. Rencana ini telah dibuat ratusan tahun yang lalu yang akhirnya berbuah ketika Khilafah Usmani dengan cepat mulai merosot di pertengahan abad ke 18.
Usaha yang pertama untuk menghancurkan persatuan Islam terjadi pada abad ke 11 ketika Paus Urbanus II melancarkan Perang Salib I untuk menduduki Al-Quds. Setelah 200 tahun pendudukan, akhirnya pasukan salib dikalahkan di tangan Salahudin Ayyubi. Di abad ke 15 Konstantinopel ditaklukan dan benteng terakhir Kekaisaran Byzantium itupun dikalahkan. Lalu pada abad ke 16 Daulah Islam menyapu seluruh bagian selatan dan timur Eropa dengan membawa Islam kepada bangsa-bangsa itu. Akibatnya jutaan orang Albania, Yugoslavia, Bulgaria dan negara-negara lain memeluk Islam. Setelah pengepungan Wina tahun 1529 Eropa membentuk Aliansi untuk menghentikan expansi Khilafah di Eropa. Pada titik itulah terlihat bangkitnya permusuhan pasukan Salib terhadap Islam dan Khilafah, dan dibuatlah rencana-rencana berkaitan dengan ‘Masalah Ketimuran’ seperti yang sudah diketahui.
Count Henri Decastri, seorang pengarang Perancis menulis dalam bukunya yang berjudul Islam tahun 1896:
“Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan dikatakan oleh kaum muslimin jika mereka mendengar cerita-cerita di abad pertengahan dan mengerti apa yang biasa dikatakan oleh ahli pidato Kristen dalam hymne-hymne mereka; semua hymne kami bahkan hymne yang muncul sebelum abad ke 12 berasal dari konsep yang merupakan akibat dari Perang Salib, hymne-hymne itu dipenuhi oleh kebencian kepada kaum muslimin dikarenakan ketidakpedulian mereka terhadap agamanya. Akibat dari hymne dan nyanyian itu, kebencian terhadap agama itu tertancap di benak mereka, dan kekeliruan ide menjadi berakar, yang beberapa diantaranya masih terbawa hingga saat ini. Tiap orang menganggap muslim sebagai orang musyrik, tidak beriman, pemuja berhala dan murtad.”
Setelah kekalahan mereka, pasukan Salib menyadari bahwa kekuatan Islam dan keyakinannya adalah Akidah Islam. Sepanjang kaum muslimin berkomitmen dengan kuat pada Islam dan al-Qur’an, Khilafah tidak akan pernah hancur. Inilah sebabnya di akhir abad ke 16, mereka mendirikan pusat misionaris pertama di Malta dan membuat markasnya untuk melancarkan serangan misionarisnya terhadap Dunia Islam. Inilah awal masuknya kebudayaan Barat ke Dunia Islam yang dilakukan para misionaris Inggris, Perancis dan Amerika....(Bersambung) (Aidil Faqih/eramuslim)

Dibalik Jatuhnya Khilafah Turki Ustmaniyah Terakhir (1)


Pada bulan Rajab  di samping Isra’ dan Mi’rajnya Nabi Muhammad SAW ada peristiwa penting yang takkan dilupakan oleh kaum Muslim, yakni dihapuskannya sistem Khilafah oleh pengkhianat kaum Muslim, Mustafa Kemal Ataturk. Inilah tragedi yang menjadi awal kelamnya kehidupan kaum Muslim.
Ada beberapa faktor penyebab utama kemunduran Negara Khilafah saat itu, diantaranya ; konspirasi negara-negara kafir imperialis, pengkhianatan penjabat tinggi Negara, adanya ide-ide rusak (Nasionalisme, Patriotisme, Demokrasi dan HAM) yang mempengaruhi pemikiran kaum muda di Turki dan wilayah Khilafah lainnya, terhentinya ijtihad, upaya memasukkan Undang-undang barat dalam konstitusi Negara Khilafah, penghancuran aqidah Islam melalui serangan misionaris Kristen (pendeta pendeta yang berjuang memurtadkan orang-orang Islam). Puncaknya, pada tanggal 3 Maret 1924 (28 Rajab 1342 H), agen Inggris keturunan Yahudi Dunamah bernama Mustafa Kemal Pasha menyatakan dibubarkannya Negara Khilafah Islamiyah yang berpusat di Istambul, dan kemudian menggantinya dengan sistem Republik dengan asasnya Sekular-Demokrasi serta memindahkan ibukota Turki dari Istambul ke Ankara.
Sultan Abdul Hamid dan Yahudi

hertzlPada masa pemerintahan Khalifah Sultan Abdul Hamid II, Pemimpin Zionis Internasional bernama Theodore Herzl melalui sahabatnya yang dekat dengan keluarga istana meminta kepada Khalifah untuk memberikan tanah Palestina kepada orang-orang Yahudi. Dan jika diizinkan menduduki Palestina, orang-orang Yahudi akan menyelesaikan utang-utang Negara Khilafah. Namun apa yang terjadi Khalifah Sultan Abdul Hamid II menolak dengan tegas, melalui suratnya;
“Nasehatilah temanmu Herzl agar dia tidak mengambil langkah-langkah baru mengenai masalah ini, sebab saya tidak bisa mundur dari tanah suci ini (Palestina) walaupun hanya sejengkal. Sebab tanah ini bukanlah milik saya. Dia milik bangsa dan rakyat saya. Nenek moyang saya telah berjuang demi mendapatkan tanah ini. Mereka telah menyiraminya dengan titisan darah demi mendapat tanah ini. Maka biarkanlah orang-orang Yahudi itu menggenggam jutaan uang mereka. Jika negeriku hancur lebur, maka sangat mungkin mendapatkan negeri Palestina tanpa ada balasan apapun. Namun patut diingat, bahwa hendaklah penghancuran itu dimulai dari tubuh dan raga kami. Namun tentunya saya juga tidak akan menerima, raga saya dirusak binasa sepanjang hayat masih dikandung badan”.Demikianlah, Herzl gagal merayu Sultan Abdul Hamid II untuk menduduki tanah Palestina. Padahal waktu itu utang Negara Khilafah mencapai 20 juta lira.
Setelah gagal merayu Sultan Abdul Hamid II, Zionisme Internasional kemudian memulai dengan menggerakkan media-media internasional untuk menjatuhkan Khalifah. Setelah itu, mereka menyatukan musuh-musuh Sultan Abdul Hamid II yang tumbuh dan bercampur baur dalam masyarakat Utsmani. Kita dapatkan para pengikut demokrasi dan mereka yang diperalat kaum demokrat, melakukan rencana yang sangat teratur dan menyerang. Mereka menguasai jaringan bisnis dunia, media-media Eropa, sehingga sangat mungkin bagi mereka untuk membentuk pandangan umum tentang pentingnya memecat Sultan Abdul Hamid II dari jabatannya sebagai seorang Khalifah.Konspirasi Kolonialis Eropa Untuk Menghapuskan Sistem Khilafah

Pada tanggal 31 Maret 1909, Zionis Internasional melakukan konspirasi, yaitu peristiwa tragis yang menimbulkan goncangan hebat. Peristiwa tersebut terjadi di kota Istambul, dimana telah terjadi pembunuhan berdarah yang menimbulkan korban jiwa. Dan kemudian mereka menuduh Sultan Abdul Hamid II terlibat dalam peristiwa tersebut. Peristiwa tersebut juga membuat orang-orang Yahudi Eropa dari Organisasi Persatuan dan Pembangunan (nama lain dari Gerakan Turki Muda pimpinan Mustafa Kemal) memasuki Istambul untuk melakukan acara penurunan baiat di pusat kota menuntut pemecatan Sultan Abdul Hamid II dari jabatannya sebagai seorang Khalifah. Dengan dukungan media-media di Turki dan Eropa, mereka menuduh Sultan merencanakan terjadinya peristiwa 31 Maret tersebut, membakar mushaf-mushaf Al-Qur`an, pemboros, penumpah darah, dan zhalim.
Agar niat busuk tersebut berhasil, para revolusionir bentukan Yahudi melakukan tekanan kepada mufti Islam Muhammad Zhiyaudin untuk mengeluarkan fatwa pemecatan. Pada hari selasa 27 April 1909, sebanyak 240 anggota Majelis A`yan (tokoh-tokoh masyarakat yang ditunjuk) mengadakan pertemuan bersama dan menetapkan pemecatan Sultan Abdul Hamid II. Namun sebagian anggota menolak menerima draft tersebut, diantaranya sekretaris fatwa Nuri Affandi yang hadir dalam pertemuan tersebut.Namun atas usulan dan desakan dari Organisasi Persatuan dan Pembangunan, akhirnya dibentuklah panitia untuk menyampaikan keputusan pemecatan Khalifah kaum muslimin, panitia tersebut terdiri dari : Immanuel Qarashu (seorang Yahudi asal Spanyol), Aaram (Anggota Majelis Perwakilan yang berasal dari Armenia), As`ad Thuathani (Utusan Albania), Arif Hikmat (anggota Majelis `Ayan, asal Irak Karajabani). Kemudian melalui mereka dilakukan (pemberitahuan) pemecatan Sultan Abdul Hamid II sebagai Khalifah, dan pada saat bersamaan Sultan Abdul Hamid berkata kepada mereka,”Sesungguhnya ini tak lebih dari perbuatan orang-orang Yahudi yang mengancam Khilafah, lalu apa maksud kalian membawa orang ini (Emmanuel) datang kehadapanku?”.
Setelah Sultan Abdul Hamid II diturunkan dari jabatannya, kemudian beliau dibuang ke Salonika (wilayah Kekhilafahan Turki yang berbatasan dengan Yunani).
Orang-orang Yahudi dan Freemasonry mengangkat hari penjatuhan Sultan Abdul Hamid II sebagai hari raya mereka. Mereka meluapkan kegembiraan dengan mengadakan demonstrasi di jalan-jalan pusat kota Istambul, Turki Utsmani. Setelah diturunkan dari jabatannya, Sultan Muhammad Rasyad menggantikan beliau sebagai Khalifah kaum muslimin.
Pada hari Senin tanggal 3 Maret 1924, dunia dikejutkan oleh berita bahwa Mustafa Kemal di Turki secara resmi telah menghapus Khilafah. Pada malam itu Abdul Majid II, Khalifah terakhir kaum muslimin, dipaksa untuk mengemas kopernya yang berisi pakaian dan uang ke dalam kendaraannya dan diasingkan dari Turki, dan tidak pernah kembali. Dengan cara itulah pemerintahan Islam yang berusia 1342 tahun berakhir. Kisah berikut adalah sekelumit sejarah dari tindakan-tindakan kekuatan kolonialis dengan pertama kali menyebarkan benih perpecahan diantara kaum muslimin dengan menanamkan nasionalisme dan akhirnya mengatur penghancuran Daulah Khilafah melalui agen-agen pengkhianatnya…(Bersambung) (Aidil Faqih/eramuslim)

McDonald’s Ditelanjangi Sutradara AS 2 (Tamat)


Kenekatan Morgan Spurlock ternyata tidak sia-sia. Film semi dokumenter Super Size Me yang diproduksi dan dibintanginya ternyata membuahkan hasil yang amat menggembirakan. Istilahnya “Super Size Me”juga mendatangkan “Super Size Award”!
Sejak diluncurkan serentak di 41 gedung bioskop ternama AS, 7 Mei 2004, hingga awal September 2004, film ini berhasil meraup laba kotor sebesar US$11.450.330! Seabreg penghargaan pun berhasil diraihnya. Inilah deretan penghargaan yang dihasilkan Super Size Me menurut‘Box Office Mojo 2004”:
- Winner Best Director Sundance Film Festival 2004
– Winner New Director’s Award, Edinburgh Int’l Film Festival 2004
– Winner MTV News Docs Prize, Full Frame Film Festival 2004
– Special Screening, SXSW Film Festival 2004
– Official Selection San Fransisco Int’l Film Festival 2004
– Official Selection W V Int’l Film Festival 2004
– Official Selection US Comedy Arts Festival 2004
– Official Selection Hot Docs 2004
– Opening Night Film, Artivist Film Festival 2004
– Outstandingh Cultural Documentary Mountain Film Telluride 2004
– Closing Night Film D.C Festival 2004
– Official Selection Philadelphia Film Festival 2004
– Official Selection New Zealand Wellington Film Festival 2004
– Official Selection Dundein Int’l Film Festival New Zealand 2004
– Official Selection Edinburgh Int’l Film Festival 2004
– Opening Night Film Brasilia Int’l Film Festival 2004
– Official Selection San Sebastian Int’l Film Festival 2004
– Official Selection Summer Int’l Film Festival, Newport, RI 2004
– Official Selection Haugesund Int’l Film Festival, Norway 2004
– Opening Night Film Bandariskir Indi Biodagar Reykjavik, Iceland 2004
– Official Selection Espoo Cine Int’l Film Festival Helsinki, Finlandi 2004
Awalnya McDonald’s memandang sebelah mata terhadap Super Size Me, namun ketika film ini mencatat prestasi yang luar biasa, maka mau tidak mau McDonald’s akhirnya harus meresponnya. Setelah tahun 2002 McDonald’s terkena imbas aksi boikot yang digaungkan Dunia Islam seluruh dunia, maka dua tahun kemudian restoran cepat saji ini kembali menuai badai. Kali ini datang dari Amerika sendiri.
Perusahaan makanan cepat saji alias junk-food yang dipimpin oleh Jack M. Greenberg—juga menjabat sebagai direktur kehormatan American-Israel Chamber of Commerce and Industry—Kadinnya Amerika—yang berlokasi di Chicago—ini telah memiliki sayap di lebih dari 121 negara dengan jumlah armada restorannya mencapai sekitar 30.000 buah.
McDonald’s juga diketahui merupakan rekanan dari Jewish United Fund (www. juf.org/cent/partners.asp) dan Jewish Federation.
Sebab itu, ketika dalam perayaan 100 tahun berdirinya Jewish United Fund dan Jewish Federation di Chicago dua tahun lalu, McD mendapat penghargaan dari dua organisasi zionis itu sebagai perusahaan penyumbang ketiga terbesar di dunia setelah AOL Corporation dan Illinois Tool Works Foundationkepada Zionis-Israel.
Kala itu, ulama besar Yusuf Qaradhawy dengan tegas memfatwakan bahwa kaum Muslimin haram membelanjakan uang membeli produk Amerika dan Israel, serta produk-produk Barat lainnya, yang secara aktif me mbantu Zionis-Israel. Fatwa tinggalah fatwa. Pada kenyataannya masih banyak umat Islam yang mengabaikan fatwa tersebut.
Bahkan di Saudi, McD telah berhasil mendirikan 71 restorannya—termasuk dua buah di Tanah Suci Makkah. Pangeran Misha-al-bin Khalid bin Fahad al-Faisal Al-Saud tercatat sebagai pemegang lisensi restoran McD di Saudi Arabia.
Respon McDonald’s 
Awalnya McDonald’s membuat survey untuk mengetahui apakah Super Size Me berimbas pada jumlah omzet produknya. Ternyata benar. Beberapa pekan setelah film itu diputar di beberapa bioskop dunia, didapat hasil bahwa omzet McD mengalami penurunan berarti. Akhirnya McD mengubah strategi, dari yang awalnya mendiamkan menjadi aktif menyerang balik.
Pada 14 Juni lalu, pihak McD mulai mengeluarkan pernyataan. McD Australia tercatat sebagai resto McD pertama di dunia yang melakukan respon atas Super Size Me. Guy Russo, Direktur Eksekutif McD Negeri Kangguru ini menyatakan akan mengucurkan jutaan dolar untuk menangkis serangan yang dilancarkan Spurlock lewat filmnya.
McD Australia, ujar Russo, akan membuat tiga buah film tentang McD, dua film teve dan satu film bioskop, yang akan mementahkan Super Size Me.
Russo dengan jengkel menyatakan bahwa tindakan Spurlock yang hanya mengkonsumsi makanan dan minuman produk McD selama 30 hari berturutan adalah tindakan bodoh.
“Tiada satu pun manusia yang seperti itu. Kami sangat yakin, produk kami memenuhi standar kesehatan internasional, ” kilah Russo berpromosi.
“Apa yang Tuan Spurlock lakukan, mengkonsumsi kalori berlebihan tanpa diimbangi olahraga, itu suatu tindakan yang amat tidak bertanggungjawab, ” tegasnya lagi.
Russo dengan serius menyatakan, pihaknya akan bersungguh-sungguh dengan isu obesitas yang dilontarkan penyerangnya. “Kami akan memperkenalkan sayuran yang bernutrisi tinggi dan produk berkadar lemak rendah. Jika ada orang Amerika membuat film yang menyerang kami, jelas kami tidak mungkin duduk berdiam diri.”
Apa jawab Spurlock? “Yeah, McD telah menyadari beberapa kekeliruannya. Mereka kini tengah mengubah komposisi produknya dengan susunan yang lebih menyehatkan.”
McD sendiri sepakat, adalah tidak baik mengkonsumsi junkfood terlalu sering tanpa diimbangi dengan olahraga teratur dan makanan sehat lainnya. McD kini tengah berupaya menambahkan sayuran, susu alami, dan buah-buahan dalam menunya. Selain itu, juga mengurangi kadar garam dalam kentang gorengnya.
Dari Chicago, Juru Bicara McDonald’s, Amanda Pierce, mengatakan bahwa Spurlock memang terlalu mengada-ada. “Jumlah makanan yang dikonsumsi Spurlock dalam jangka waktu 30 hari, setara dengan jumlah konsumsi pelanggan kami selama enam tahun. “
Amanda juga menantang Spurlock untuk menggelar debat terbuka di muka umum. “Kami ingin agar masyarakat memahami hal ini dengan baik, tidak berat sebelah, dan melihat dari sisi kami.”
Sikap McD Amerika ini didukung pemerintah AS. Data dari Kementrian Kesehatan AS menyebutkan bahwa penyebab utama obesitas bukanlah burger dan sejenisnya.
Sayang, selain obesitas, McD tidak membahas gejala-gejala yang diderita Spurlock seperti kepala pusing, mual, sering marah, lesu, dan sebagainya.
Bagaimana sikap Spurlock? “Kami akan membuat sekuel Super Size Me dalam waktu dekat, mungkin judulnya Super Size Me Too.” (eramuslim)

McDonald’s Ditelanjangi Sutradara AS (Bagian 1)


Di tahun 2003, Morgan Spurlock membuat film dokumenter yang menelanjangi tidak sehatnya produk junkfood ala McDonald’s. ‘Super Size Me’, filmnya itu, menyabet banyak penghargaan perfilman internasional di tahun 2004. kini meledak di Amerika. Apa tanggapan McD?
Usai menghadiri makan malam dalam perayaan Thanksgiving Days di West Virginia, AS, dua tahun lalu, Morgan Spurlock (33) duduk di depan pesawat teve. Ayam kalkun panggang benar-benar membuat perutnya tambah buncit. Semua kancing kemejanya dilepas, demikian pula pantalon yang dikenakan. Duduknya pun bagai orang tak bergairah, menyandar dalam-dalam ke sofa empuk, sedang kedua tangannya bertelekan malas di kedua sisinya.
Wajah Spurlock seperti orang habis berlari puluhan kilometer, lesu tak bertenaga. Kedua matanya ogah-ogahan menonton acara teve di depannya. Namun ketika acara “Epidemi kegemukan di Amerika” ditayangkan teve, wajah Spurlock berubah drastis. Biji matanya menatap lekat ke layar gelas. Dahinya berkerut, mulutnya yang sebagian tertutup kumis terkatup.
Di teve, dua remaja putri New York tengah menggugat restoran cepat saji Mc Donald’s. Keduanya mengaku sebagai fans berat McD dan nyaris setiap hari menyantap hidangannya.
“Tapi setelah beberapa waktu, berat badan kami naik dengan cepat, kami juga merasa tidak fit dan sakit-sakitan, ” ujar salah satunya.
Kedua mata Spurlock terus melototi layar kaca, namun pikirannya dipenuhi berjuta tanda tanya. Seperti orang Amerika lazimnya, mungkin juga banyak orang di belahan dunia lain, Spurlock pernah mendengar bahwa makanan cepat saji—di Amerika populer disebut junkfood, makanan sampah—tidak baik bagi kesehatan.
Awalnya Spurlock menganggap itu bualan. Namun pikirannya kini terusik kesaksian dua remaja putri tadi. Mana yang benar?
Spurlock amat penasaran. Yang ia tahu, selama ini McD mengklaim seluruh produknya telah memenuhi syarat standar kesehatan internasional. Jika demikian, kenapa kedua gadis kecil itu bisa menderita obesitas dan sakit-sakitan? Mengapa mereka berani-beraninya menuntut McD? Benarkah produk McD penyebabnya?
Obesitas memang menjadi momok menakutkan bagi warga Amerika. Sekitar 37% anak-anak dan remaja Amerika menderita kegemukan. Dua dari tiga orang dewasa AS juga mengalami hal yang sama.
Adakah ini disebabkan pola makan orang Amerika yang salah? Seberapa besar andil junfood dalam wabah ini?
Instingnya segera bekerja. Sebagai pekerja kreatif, Spurlock akan menjawab rasa penasarannya dengan membuat satu film dokumenter. Dengan serius ia merencanakan dan menggarapnya. Kasus yang melibatkan resto terkenal semacam McD pasti punya daya tarik tersendiri bagi rumah produksinya.
Spurlock sadar, McD merupakan ikon dari semua resto fastfood di seluruh dunia. McD juga simbol penetrasi budaya Amerika ke belahan dunia lain. Lebih dari itu, McD juga merupakan simbol kedigdayaan industri kapitalis AS di berbagai pelosok dunia.
“McD punya sedikitnya 30.000 gerai restoran dilebih 120 negara di enam benua. Fakta ini mau tidak mau sangat mewarnai cara makan banyak orang di berbagai belahan dunia. Ada kata-kata bijak, ‘Kebudayaan lahir dari cara kita makan’. Itu benar, ” ujar Spurlock.
Kini, tambahnya, seluruh resto cepat saji di dunia menjadikan McD sebagai tolok ukur standar mutu. “Ide menggunakan McD adalah satu keharusan. Jika McD saja begini, apalagi resto-resto lainnya yang hingga detik ini terus berupaya meniru McD.”
Malam itu juga Spurlock mengontak Scott Ambrozy dan mengutarakan niatnya. Direktur Fotografi terkenal itu tertawa mendengar ide Spurlock, “Sungguh gila, tapi benar-benar menarik!” Sekembalinya ke New York, mereka mulai menggarap ide ini.
Tidak tanggung-tanggung, kali ini Spurlock sendiri yang akan jadi bintang utamanya. Artinya, ia sendiri akan jadi relawan. Selama 30 hari, Spurlock hanya akan mengkonsumsi makanan dan minuman made in McD. Selain itu, haram!
Pembuatan film yang lebih mirip eksperimen ini juga melibatkan tiga orang dokter (Dr. Daryl Isaac, M.D, Dr. Lisa Ganjhu, D.O, dan Dr. Stephen Siegel, M.D), seorang ahli nutrisi (Bridget Bennett, MS, RD), dan tiga buah laboratorium berbeda.
“Ini saya lakukan agar hasil film ini sungguh-sungguh valid, bisa dipertanggungjawabkan. Tidak ada celah lagi untuk mengatakan, oo si dokter A tidak obyektif atau si dokter B kurang profesional. Ini akan menutup kesan tersebut, ” paparnya.
Selain mengunjungi ahli medis dan tiga buah laboratorium secara teratur, Spurlock juga mewawancarai sejumlah pakar nutrisi, pengamat, pembuat undang-undang, pengarang buku dan peneliti tentang junkfood, dan rajin ngobrol dengan orang-orang biasa yang sering mengunjungi McD.
Salah satu teman diskusinya adalah Eric Schlosser’s, pengarang buku Fast Food Nation. “Bukunya luar biasa. Dua tahun lalu saya membacanya. Buku itu salah satu referensi film ini. Tapi sebatas itu, bukan inspirasi utama. Dengan Eric, saya juga sering berkirim email, ” jelas Spurlock.
Ia juga berkeliling ke 20 kota di Amerika, termasuk Houston yang terkenal sebagai “kota obesitas Amerika”. Selama perjalanan yang memakan waktu satu bulan itu, Spurlock hanya mengkonsumsi makanan dan minuman made in McD.
Tigapuluh hari kemudian apa yang terjadi?
“Super Size Me!”Setelah mengkonsumsi ribuan kentang goreng dan puluhan ribu kalori—Spurlock sendiri mengakui telah mengkonsumsi 13.5 kg gula dan 5.5 kg lemak—dia berhasil membuat film menarik seperti yang diimpikannya. Karyanya diberi judul “Super Size Me”. Ini ungkapan sekaligus kenyataan yang menimpa dirinya.
“Setelah 30 hari yang menyiksa, berat badan saya naik 11.25 kg. Super Size Me, ya, itulah aku!” ujarnya.
Selain tambah tambun, Spurlock juga merasakan hal-hal yang tidak biasa. “Badan ini jadi tidak keruan. Saya sekarang cepat lelah. Kepala juga sering pusing. Jantung berdebar-debar kencang akibat makanan yang amat banyak mengandung gula dan lemak. Gula darah dan kolesterol saya juga naik. Tekanan darah pun jadi tidak keruan. Dokter-dokter saya menyarankan agar saya segera menghentikan upaya konyol ini.”
Walau demikian, film dokumenternya berhasil menarik animo masyarakat. Warga Amerika bahkan menyandingkan Spurlock dengan Michael Moore, sutradara nyentrik nan jenius yang baru saja mengorbitkan film dokumenter Fahreinheit-911 yang fenomenal. Super Size Me juga menyabet penghargaan di Sundance Film Festival 2004 dan seabreg penghargaan lain di berbagai negara.
Brian Braiker, reporter Newsweek, saat melakukan wawancara ekslusif dengan Spurlock akhir Januari 2005 dan bertanya nakal, “Mengapa hanya sebulan?”
Spurlock tertawa terbahak. Kedua matanya berkaca-kaca. “Ha.. ha.. ha.. Satu bulan saja saya amat tersiksa. Sungguh, dalam masa itu saya amat tertekan. Kepala saya terasa sakit. Lambung sering mual. Saya jadi gampang marah, hingga teman wanita saya. Alex Jamieson, menyuruh saya menghentikan eksperimen yang dianggapnya gila ini. Dia benar. Ini gila. Tapi ini sangat berguna bagi masyarakat jika saya berhasil melewatinya.”
Super Size Me ditayangkan perdana di 41 bioskop Amerika pada tanggal 7 Mei 2004. Di malam pembukaan, film ini berhasil menyedot laba kotor US$ 516, 641. Para penonton mengaku puas dan sepakat dengan Spurlock bahwa pola makan warga Amerika kebanyakan memang tidak sehat.
Pihak McD sendiri awalnya tidak memberi tanggapan. Namun setelah film itu kian hari kian mendapat perhatian luas, bahkan menjuarai sejumlah penghargaan di berbagai festival film internasional, akhirnya McD buka suara. Anehnya, walau Super Size Me awalnya di putar di Amerika, yang pertama kali bereaksi adalah resto McD yang ada di seberang benua.
Direktur Eksekutif McDonald’s Australia, Guy Russo, pada 14 Juni 2005 dengan keras menyebut Spurlock sebagai orang bodoh.
“Tidak ada seorang pun yang dalam 30 hari terus-menerus mengkonsumsi makanan dan minuman McD. Itu tindakan orang bodoh. Kami meyakini, dan selalu demikian, bahwa produk kami adalah salah satu pilihan yang tepat untuk penyeimbang diet.”
Bagaimana jawaban Spurlock? Dengan santai jebolan New York University Tisch School of the Artsmenyatakan, “Bisa jadi saya terlalu ekstrem. Tapi saya juga punya alasan. Walau tidak 30 hari berturut-turut, tapi adalah suatu kenyataan bahwa banyak sekali orang, dari anak-anak kecil hingga orangtua, yang mengkonsumsi junkfood terutama produk McD lima atau enam kali dalam sepekan.”
Hal itu sudah dianggap bagian dari budaya Amerika. “Bagaimana jika kebiasaan itu terus dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, bertahun-tahun dalam hidupnya. Suatu saat ia akan merasakan efek dari apa yang telah dikonsumsinya itu.. Bukankah itu sudah terlambat? Saya hanya berupaya mengingatkan, ” jelas Spurlock.
Selain itu, produser film ini juga memaparkan sejumlah temuannya. “McD memberi makan 46 juta orang di seluruh dunia tiap hari. Angka itu lebih besar ketimbang jumlah rakyat Spanyol keseluruhan. Ini soal satu ondustri global. Rentangan target mereka amat luas, dari anak-anak kecil hingga orangtua. Bahkan untuk menarik hati anak-anak, di tiap gerai mereka sengaja menaruh badut dan arena bermain.”
Saya tahu, lanjutnya, ada beberapa orangtua yang tidak pernah membawa anak-anaknya ke resto tersebut. Namun ketika saya tanya resto apa yang menjadi favoritnya, anak-anak dengan tangkas segera menjawab: McD! Ini benar-benar suatu hal menarik sekaligus mencemaskan.
Walau mengundang pro dan kontra, pada kenyataannya Super Size Me laris bak kacang goreng. Sejaklaunching perdana hingga September 2004, film tersebut telah menyabet 21 penghargaan bergengsi di sejumlah festival film internasional di berbagai negara.
Warga Amerika sendiri kini banyak yang menyandingkan Spurlock dengan Michael Moore. Apa tanggapannya? Dengan rendah hati, Spurlock berkata, “Ya, saya mendengarnya. Saya amat berbahagia dengan hal itu. Saya berharap, suatu waktu orang-orang akan memanggil saya dengan sebutan: Morgan ‘Michael Moore’ Spurlock. Ha..ha..ha.!” (bersambung/eramuslim)

Bunga Tulip, Salah Satu Warisan Kekhalifahan Turki Ustmani



Bunga tulip selalu diidentikkan dengan negara Belanda. Ribuan wisatawan datang ke Belanda hanya untuk mengagumi bunga yang cantik dan berwarna cerah ini, yang banyak ditanam di taman-taman negara Kincir Angin itu. Kota Keukenhof di Belanda, setiap tahunnya bahkan dikunjungi sekitar 800.000 orang dari seluruh dunia yang ingin menyaksikan keindahan aneka bunga tulip dalam Festival Tulip yang diselenggarakan setiap tahun di kota itu. Tak heran masih banyak orang yang beranggapan bahwa bunga tulip adalah bunga asli dari Belanda.
Bunga tulip sebenarnya bukan bunga asli Belanda, karena sebenarnya bunga ini berasal dari Asia Tengah dan Belanda sebenarnya berhutang budi pada kekhalifahan Islam Ustmaniyah di Turki, karena atas peran kekhilafahan Islam inilah Belanda sekarang jadi terkenal karena bunga tulipnya.
Bunga tulip sebenarnya bunga liar yang tumbuh di kawasan Asia Tengah. Orang-orang Turki yang pertama kali membudidayakan bunga ini pada di awal tahun 1000-an dan pada masa pemerintahan kekhalifahan Ustmaniyah, terutama pada masa kekuasaan Sultan Ahmed III (1703-1730) bunga tulip berperan penting, sehingga masa Sultan Ahmed III disebut juga sebagai “Era Bunga Tulip.”
Pada masa itu, istana Sultan memiliki sebuah dewan khusus untuk membudidayakan bunga-bunga tulip. Dewan itu dipimpin oleh seorang Turki yang juga kepala perangkai bunga istana yang tugasnya memberikan penilaian pada kualitas berbagai jenis bunga tulip dan memberikan nama yang indah dan puitis bagi bunga-bunga itu antara lain dengan nama  “Those that burn the heart”, “Matchless Pearl”, “Rose of colored Glass”, “Increaser of Joy”, “Big Scarlet”, “Star of Felicity”, “Diamond Envy”, or “Light of the Mind”.
Hanya bunga-bunga yang memiliki kualitas sempurna yang dimasukkan dalam daftar jenis-jenis bunga tulip itu, yaitu bunga tulip yang memenuhi standar dari ukuran tinggi dan kerampingan kelopak bunganya, bentuk helaian kelopaknya lancip dan jarak antar helaiannya sempit. Helaian kelopaknya harus halus tapi kuat, satu warna, ukuran lebar dan panjangnya pas. Tiga ratus tahun kemudian, komunitas holtikultura Belanda dan Inggris mengajukan baru memikirkan untuk melakukan klasifikasi bunga tulip yang sudah dilakukan jauh sebelumnya oleh ahli perangkai bunga Turki di kesultanan Ahmed III.
Bunga tulip baru dikenal di Belanda pada abad ke-16 dan menjadi sangat populer di kalangan masyarakat kelas atas di negeri itu. Kata “tulip” sendiri berasal dari bahasa Turki yang artinya “sorban”, semacam kain yang dililit untuk menutupi kepala. Tidak diketahui kapan persisnya negara Kincir Angin itu mulai membudidayakan bunga tulip itu, tapi disebut-sebut bunga tulip mulai dibawa ke Belanda pada sekitar tahun 1550-an oleh kapal-kapal yang berasal dari Istanbul.
Dokumentasi pertama tentang penanaman bunga tulip bertahun 1954 di Kebun Raya Universitas Leiden. Menurut catatan itu, bunga tulip yang ditanam di kebun raya universitas Leiden dibawa oleh Carolus Clusius dari Wina, Austria, penanggungjawab taman istana di Austria. Ketika itu, pengaruh budaya Turki sangat kuat di Austria terutama dari gaya berpakaian yang oriental dan tradisi minum kopi.
Memasuki abad ke-17, perekonomian Belanda tumbuh pesat dan memicu persaingan antara pecinta bunga tulip. Mereka berlomba-lomba mencari bunga tulip yang paling indah dan tidak segan-segan membayar dengan harga mahal untuk membeli bunga tulip itu. Harga bunga tulip di Belanda pun makin mahal, bahkan kabarnya ada jenis bunga tulip yang harganya sama dengan harga sebuah rumah. Tahun 1635, satu set bunga tulip yang berjumlah 40 tangkai dijual dengan harga 100.000 florin, bandingkan dengan pendapatan kalangan kelas menengah pada masa itu di Belanda yang hanya 150 florin.
Tahun 1636, usaha bunga tulip menjadi salah satu bisnis yang perdagangan yang masuk dalam bursa saham dan diminati banyak orang. Kalangan pengusaha rela menjual tanah, rumah dan harta bendanya untuk berinvestasi di bisnis bungan tulip. Jenis bunga tulip yang sangat terkenal saat itu adalah jenis tulip yang bernama Viceroy, yang harganya bisa ribuan florin. Belanda menyebut fenomena “demam tulip” ini sebagai fenomena “wind trade” (perdagangan kontrak tulip) yang murni dilakukan dengan spekulasi. Ironisnya, masa keemasan bisnis bunga tulip di Belanda hanya berlangsung setahun, karena pada tahun 1637 pasar bunga tulip jatuh dan harga bunga tulip ikut melorot.
Sampai hari ini, istilah “tulip mania” atau “tulipomania” atau “kegilaan tulip” masih digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan goncangnya perekonomian karena munculnya spekulan terhadap sesuatu trend bisnis yang sifatnya untung-untungan. Meski cerita di balik “tulip mania” ini sedikit memalukan, tapi Belanda tetap mencintai tulip dan banyak orang yang tak ingat bahwa tulip-tulip yang indah dan cantik itu hasil budidaya dari jaman kekhilafahan Islam Turki Utsmani. (eramuslim)